Siapa bilang di negara tropis seperti Indonesia tidak bisa merasakan musim salju? Kalau kamu berkunjung ke Dataran Tinggi Dieng pada waktu yang tepat, kamu bisa merasakan sensasi musim dingin layaknya di Eropa. Fenomena alam yang sangat unik dan selalu ditunggu-tunggu ini dikenal luas dengan sebutan Embun Upas.
Setiap tahunnya, ribuan wisatawan rela menahan hawa dingin yang menusuk tulang hanya demi melihat hamparan es tipis yang menyelimuti kawasan Dieng. Sebenarnya, apa sih Embun Upas itu dan bagaimana cara terbaik untuk menikmatinya? Mari kita bahas tuntas!
Apa Sih Embun Upas Itu?
Secara ilmiah, Embun Upas adalah embun pagi yang membeku menjadi kristal es karena suhu udara di sekitar permukaan tanah turun secara ekstrem hingga mencapai titik beku (0 derajat celcius atau bahkan minus).
Namun, di balik keindahannya yang menyerupai hamparan salju, ada cerita unik dari warga lokal. Kata "Upas" dalam bahasa Jawa memiliki arti racun. Fenomena ini dinamakan demikian karena lapisan es yang menutupi daun-daun tanaman pertanian (terutama kentang) akan membuat tanaman tersebut layu, menguning, dan akhirnya mati. Jadi, meskipun Embun Upas adalah surga bagi para wisatawan dan pencinta fotografi, fenomena ini sebenarnya cukup diwaspadai oleh para petani lokal Dieng.
Kapan dan Di Mana Waktu Terbaik Melihatnya?
Embun es ini tidak muncul setiap hari sepanjang tahun. Fenomena ini biasanya terjadi pada puncak musim kemarau.
- Waktu Kemunculan: Paling sering terjadi antara bulan Juni hingga Agustus. Pada bulan-bulan ini, kelembapan udara sangat rendah dan suhu malam hari bisa turun drastis secara tiba-tiba.
- Jam Berapa? Embun mulai membeku pada dini hari dan akan terlihat paling jelas pada pukul 05.30 hingga 06.30 WIB, tepat sebelum sinar matahari pagi melelehkan kristal es tersebut.
- Lokasi Terbaik: Padang rumput di sekitar Kompleks Candi Arjuna adalah lokasi paling favorit dan paling luas untuk menyaksikan hamparan Embun Upas.
Tips Bertahan Hidup Saat Berburu Embun Es
Suhu saat Embun Upas turun benar-benar setara dengan di dalam freezer kulkas. Agar liburanmu tidak berujung dengan demam atau masuk angin, perhatikan persiapan berikut:
- Pakai Teknik Layering (Berlapis): Jangan hanya mengandalkan satu jaket tebal. Gunakan kaos dalam yang nyaman, lapisi dengan sweter atau pakaian berbahan fleece (polar), lalu tutup dengan jaket penahan angin (windbreaker).
- Lindungi Ujung Ekstremitas: Bagian tubuh yang paling cepat kedinginan adalah telinga, jari, dan kaki. Wajib hukumnya memakai kupluk (penutup kepala), sarung tangan tebal, dan kaus kaki berlapis.
- Siapkan Kamera Tahan Dingin: Baterai gawai atau kamera biasanya lebih cepat habis (drop) di cuaca ekstrem. Pastikan baterai terisi penuh dan simpan ponselmu di dalam saku jaket bagian dalam agar tetap hangat sebelum digunakan.
Ingin Melihat Langsung? Kuncinya, Menginap!
Jangan memaksakan diri berkendara tengah malam demi mengejar Embun Upas di pagi hari. Tubuh yang kelelahan dan kurang tidur justru sangat rentan terkena hipotermia saat dihantam suhu minus Dieng. Alhasil, pemandangan indah jadi tidak bisa dinikmati maksimal karena badan menggigil dan mengantuk.
Solusi paling tepat adalah menginap di sekitar lokasi. Kamu bisa tidur nyenyak, bangun dengan kondisi bugar, dan hanya butuh waktu singkat menuju Kompleks Candi Arjuna.
Mengingat musim Embun Upas (Juni-Agustus) selalu ramai dan penginapan cepat penuh, segera amankan kamarmu melalui diengs.id. Platform ini memudahkanmu mencari penginapan di Dieng dengan fasilitas lengkap, lokasi strategis, dan harga transparan.
Jangan sampai liburan impianmu berantakan karena kurang istirahat. Yuk, pesan penginapan di diengs.id sekarang!
Image CC: kompas.com
